nama web nya disini

Halaman

Kontak

  • Telp
    022 859 645 77
  • Email
    sman2majalaya@gmail.com

Layanan Lain

  • Cek Absen Online
  • Kemdikbud
  • Sertifikasi Guru
  • BSE
  • Rumah Belajar

Statistik Pengunjung

Total Pengunjung :
IP Address : 127.0.0.1
Browser : Jenis lainnya

Speaking Project Berupa Penugasan Presentasi Musikalisasi Teks Narratif Secara Berkelompok

Umum - 07 Maret 2016

Speaking Project Berupa Penugasan Presentasi Musikalisasi Teks Narratif Secara Berkelompok Yang Menyenangkan

 

Oleh Rani Nurhayati, S. Pd.

Guru Bahasa Inggris SMAN 2 Majalaya

 

Berbicara adalah salah satu kemampuan bahasa yang harus dikuasai siswa yang mempelajari suatu bahasa termasuk juga Bahasa Inggris.Menyampaikan ide secara lisan ini sangat penting dikuasai siswa. Seperti yang dikatakan oleh Yanti Wirza dalam jurnalnya, English learning serves as instrumental purposes: for passing the test, to get desired job, or for university entrance tests, to name a few of the most common reasons why Indonesians learn English in the first place. It has not, unfortunately, serves the functional purposes, where English is used as medium of communications.Kemampuan berbicara Bahasa Inggris ini diperlukan juga oleh siswa di kemudian hari ketika mereka meneruskan ke universitas yang mereka inginkan ataupun untuk melamar suatu pekerjaan.

Siswa bisa memahami apa yang guru sampaikan dalam Bahasa Inggris dan juga bisa meresponnya dalam Bahasa Inggris. Tugas berbicara atau speaking project di kelas Bahasa Inggris menjadi suatu keharusan untuk dilakukan oleh guru Bahasa Inggris.Sayasebagai seorang guru Bahasa Inggris,  inginbisa menilai sejauh mana siswa saya mampu mengungkapkan ungkapan dalam Bahasa Inggris.

Kemampuan siswa kelas XII IPA di SMAN 2 Majalaya dalam memahami apa yang saya sampaikan dalam Bahasa Inggris dan meresponnya dalam Bahasa Inggris kurang begitu bagus. Hal ini tidak mengherankan bila terjadi di sekolah ini, karena memang Bahasa Inggris adalah bahasa asing bagi siswa di Indonesia, The Indonesian government has long decided that English is learned and taught as a foreign language (Lauder, 2008; Musthafa, 2002).Walaupun siswa sudah mempelajari Bahasa Inggris bertahun-tahun dari sejak mereka SD tapi kemampuan mereka untuk berbicara Bahasa Inggris masih sangat kurang.

Siswa  kelihatan masih bingung dan sungkan ketika saya menugaskan mereka untuk mau berbicara terutama ketika saya memberikan latihan praktek lisan dan ujian lisan. Kadang  saya bisa memaksa mereka untuk berbicara, namun keadaannya jadi membosankan baik untuk guru maupun untuk siswa sendiri.

Saya jadi tertantang untuk mampu memberikan tugas berbicara yang sesuai dengan minat siswa dan bisa menarik siswa untuk berbicara Bahasa Inggris tanpa seperti dibuat-buat atau dipaksa, dan dalam situasi yang menyenangkan tidak dalam situasi yang menegangkan.

Saya ingin memberikan tugas berbicara atau speaking project yang mampu menarik minat siswa untuk berbicara Bahasa Inggris tanpa ada rasa tegang, gugup, kaku atau bosan.Pada tahun sebelumnya, saya kadang merasa kesulitan dalam menarik minat siswa untuk mau berbicara Bahasa Inggris dalam pelajaran Bahasa Inggris sekalipun.Saya pernah memberikan tugas berbicara atau speaking project untuk siswa kelas XII secara berkelompok mempresentasikan teks narrative.Waktu itu siswa belum ditugaskan untuk menggabungkan unsur musik dan tarian kedalam presentasi mereka.Presentasi siswa menjadi kurang hidup, agak sedikit menciptakan kebosanan dan kurang begitu menyenangkan.Kemudian tahun berikutnya, saya memberi tugas berbicara pada siswa kelas XII secara individu. Dan saya merasa cara ini membutuhkan alokasi waktu yang banyak dan agak menciptakan suasana bosan baik bagi guru yang sedang menilai ataupun bagi siswa yang ikut melihat penampilan teman mereka. Maka tahun ini, saya mencoba cara lain dalam memberi tugas kepada siswa. Kali ini siswa diberi pilihan. Untuk menghemat waktu, tetap  saya memberi tugas berbicaranya secara berkelompok apalagi  Johnson (1995) juga mengatakan dampak positif dari Cooperative Learning, sebagai berikut:“The students who learn cooperatively tend to be more highly motivated to learn because of increased self-esteem, the proacademic attitudes of groupmates, appropriate attributions for success and failure and greater on taskbehavior. They also score higher on test of achievement and problem solving.”

Supaya siswa tidak terlalu sungkan untuk berbicara, maka metode belajar secara berkelompok (cooperative learning) menjadi alternatif pilihan yang patut untuk dicoba. Roger and Johnson ( 1997) yang lebih menjelaskan dinamika yang terjadi pada saat siswa di kelompokkan dengan mengatakan bahwa “ in a cooperative learning situation, interaction is characterized by positive goal interdependence which requires acceptance by a group that they “sink or swim together”

Siswa diberi kebebasan untuk memilih kelompoknya sendiri, memilih teks narrative sendiri,menyusun musik dan lagu sendiri. Dalam hal ini sayaakan lebih memfokuskan proses pembelajaran siswa secara berkelompok dalam mempresentasikan sebuah teks narrative. Untuk lebih menarik minat siswa untuk berbicara dalam Bahasa Inggris, saya memperbolehkan siswa untuk menggabungkan penampilan mereka dengan musik dan tarian.Pemanfaatan musik sebagai media pembelajaran yang bisa membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. Musik dapat menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan emosional sehingga akan memberikan hasil yang baik bagi siswa. Relaksasi yang diiringi dengan musik membuat pikiran selalu siap dan mampu untuk lebih berkonsentrasi dalam menerimapelajaran.(http://itto-yuliandra.blogspot.com/2011/08/fungsi-musik-untuk-pendidikan.html)

Siswa merancang adegan dan tariannya sendiri, penampilan presentasi mereka di depan kelas sangat bagus. Siswa terlihat tidak sungkan untuk mengekspresikan kalimat-kalimat dalam Bahasa Inggris dengan baik.Mereka terlihat lebih santai tidak begitu tegang.Mereka tidak merasa seperti sedang dinilai oleh saya.

Dan disitulah muncul ketertarikan siswa untuk mau dan berani berbicara dalam Bahasa Inggris dalam situasi yang menyenangkan.Metode ini bisa memudahkan saya untuk menilai sejauh mana kemampuan berbicara siswa dalam Bahasa Inggris. Siswa tidak akan merasa sungkan untuk mengekspresikan kemampuannya. Dengan adanya alunan musik dan tarian, saya dan siswa bisa terlibat dalam suatu kegiatan berbicara yang menyenangkan, santai dan menggembirakan.

Siswa diberikan waktu sekitar dua minggu untuk mempersiapkan penampilan mereka. Satu kelompok akan tampil tiap pertemuan Bahasa Inggris. Dan hasilnya bagus.speaking project ini tidak membosankan baik bagi saya dan juga siswa.

Ketika siswa diberi kebebasan untuk memilih kelompoknya sendiri, memilih teks narrative sendiri,menyusun musik dan lagu sendiri, merancang adegan dan tariannya sendiri, penampilan presentasi mereka di depan kelas sangat bagus. Siswa terlihat tidak sungkan untuk mengekspresikan kalimat-kalimat dalam Bahasa Inggris dengan baik.Mereka terlihat lebih santai tidak begitu tegang.Mereka tidak merasa seperti sedang dinilai oleh saya.

Siswa bisa tertawa lepas ketika ada kesalahan pengucapan atau mispronounciation yang dilakukan olehnya sendiri ketika mereka tampil ataupun oleh teman mereka yang sedang tampil di depan kelas.

 Dalam poto diatas, terlihat Raepani, siswi yang pemalu dan pendiam di kelas XII IPA 2 bisa memerankan tokoh Purbasari dengan baik.Dia bisa bernyanyi dan menari dengan ceria dan bisa mengungkapkan ekspresi dalam Bahasa Inggris tanpa rasa sungkan atau malu.

Ketertarikan siswa untuk mau berbicara dalam Bahasa Inggris ini merupakan faktor penting bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan berbicara(speaking skill)  mereka. Speaking skill ini merupakan salah satu keterampilan bahasa yang harus dimiliki oleh siswa.

 

Siswa kelompok 3 kelas XII IPA 2 sedang mempresentasikan teks narrative berjudul Ratu Tercantik dan Ratu The Galau

 

Ini presentasi kelompok 2 kelas XII IPA 4 tentang teks narrative yang berjudul Cinderella in The Future

 

Ini saya sedikit berpose dengan para tokoh di cerita Lutung kasarung kelas XII IPA 1

 

  

Ini kelucuan dan kegembiraan yang tercipta ketika Denta sebagai tokoh Mbah Dukun beraksi menyembur dalam nyanyian dan tariannya

 

Dan ini tarian dan nyanyian yang tercipta ketika Raepani, tokoh Purbasari hendak diusir ke tengah hutan.

 

 

Berpose lagi dengan para tokoh the Galau and friends kelas XII IPA 2

 

 

 

Dan ini adalah kelompok hantu menyeramkan dari kelas XII IPA 3 yang digawangi oleh Reza yang berkostum hantu pocong.It’s so funny.

 

Last but not least, penampilan kelompok terakhir di kelas XII IPA 3,  and friends sangat memukau. Mereka mempresentasikan cerita Snow White. It’s amazing pokonya.

 

 

Ini tokoh-tokoh cerita Rapunzel di kelas XII IPA 4.Vera menggunakan tali rapia panjang sebagai rambut panjang Rapunzel.It’s so creative, guys.

 

 

 

 

 

Dan saya merasa ini adalah momen terbaik saya ketika melakukan speaking project bersama siswa selama saya bertahun-tahun mengajar di SMAN 2 Majalaya. Terima kasih anak-anakku,khususnya anak-anakku kelas XII IPA SMAN 2 Majalaya atas best moment ever ini.

Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi bagi rekan-rekan guru yang lain dalam memberi tugas yang menyenangkan pada siswanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

-          Mattarima, K. & Hamdan, A. R. (2011). The teaching constraints of English as a foreign language in Indonesia: The context of school based curriculum. SOSIOHUMANIKA, 4, 287-300.

-          Musthafa, B. (2001).Communicative language teaching in Indonesia: Issues of theoretical assumptions and challenges in the classroom practice. TEFLIN Journal, 12. Retrieved from http://journal.teflin.org/index.php/teflin/issue/view/21

-          Wirza, Y. (2004) Social interaction in EFL classrooms: A case study at three senior high schools  in Bandung (unpublished Master thesis). Indonesia University of Education, Bandung, Indonesia

-          (http://itto-yuliandra.blogspot.com/2011/08/fungsi-musik-untuk-pendidikan.html)

 

-          Wikipedia about cooperative learning

Baca Juga

1 Komentar

17 Maret 2017

I’m not that much of a online reader to be honest but your blogs really nice, keep it up! I\'ll go ahead and bookmark your site to come back later. Many thanks

Kirim Komentar

Nama Anda

Kota

Email

Komentar